Cagar Alam Lamedai

SEJARAH KAWASAN sejarah penetapan cAGAR aLAM Lamedai bermula dari Surat Direktur PPA Nomor : 1058/IV-i/IV/6/1972 tanggal 22 Agustus 1972 yang mengusulkan kepada Gubernur agar komplek hutan lamedae-tangketada yang banyak ditumbuhi pohon kayu kuku (pericopsis mooniana) salah satu jenis yang langka dan perlu dilindungi. Untuk dijadikan kawasan CA. berdasarkan surat tersebut kemudian terbitlah rekomendasi Gubernur KDH tingkat I SUltra Nomor : PTA/4/1/11 dan [ada tangga; 16 Februari 1974 Menteri Pertanian mengeluarkan SK tentang penunjukan hutan lamedae - tangketada seluas 500 Ha sebagai CA. pada tahun 1987 dilakukan kegiatan tata batas yang dilaksanakan olhe sub BIPHUT dengan hasil luas CA Lamedae bertambah menjadi 635. 15 Ha. Berdasarkan tata batas tersebut ditetapkan keputusan Menteri Kehutana No. 209/KPTS-II/1994 tanggal 30 April 1994 KONDISI FISIK KAWASAN LETAK DAN LUAS kawasan CA Lamedae administratif pemerintahan termasuk wilayah Desa Lamedae, keca. Watubangga, kab. kolaka. secara geografis, kawasan CA Lamedai terletak antara 03’57’ LS - 03’59’ LS dan 122’48’ BT - 122’50’ BT. Panjang batas kawasan konservasi ini ai dalah kurang lebih 10.717 Km dengan jumlah pal batas sebanyak 120 buah dengan batas-batas wilayah CA lamedae adalah sebagai berikut : * sebelah utara berbatasan dengan desa lamedae dan jalan poros kolaka-kendari * sebelah selatan berbatasan dengan desa Pettudua dan Calon Transmigrasi swakarsa Mandiri * sebelah Bara Berbatasan dengan desa Mattiro Deceng * sebelah timur berbtasan dengan blok hutan pundaipa TOPOGRASI, TANAH DAN IKLIM CA Lamedae berada pada ketinggian 5-200 m diatas permukaan laut (dpl) dengan topograsi datar hingga berbukit dengan kemiringan berkisar antara 15-30%. berdasarkan peta tanah provinsi sulawesi tenggara CA lamedae menurut schmidt dan ferguson termasuk tipe C dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2.815 mm, kelembaban 80,3% dan suhu berkisar antara 20’ hingga 34’C. Musim hujan biasanya jatuh pada bulan januari - juni, sedangkan musim kemarau pada bulan juli - desember. GEOLOGI jenis batuan menurut peta temtik intag pusat P dan P skala 1 : 2.500 Provinsi sulawesi tenggara termasuk jenis pratersier. HIDROLOGI terdapat beberapa sungai dikawasan konsevasi ini yang sebagian besar merupakan sungai mati, yaitu hanya ada ari sesaat setelah hujan tiba. sungai-sungai tersebut memiliki lebar 2 M dan kedalaman 4 M . ada sebua sungai yang berari sepanjang tahun yaitu sungai lamoiko dengan lebar 3m dan kedalam 5 m mempunyai debit air yang cukup besar. POTENSI FLORA tipeekosistem pada kawasan CA Lamedae adalah hutan datan rendah yang teridiri dari hutan primer dan hutan sekunder. selain itu ada sebagian kecil daerah rawa yang terletak disebelah barat dan utara kawasan. pada kawasan ini sedikitnya terdapat 34 jenis pohon, 5 jenis perdu/semak, dan 6 jenis rerumputan. jenis tumbuhan tingakt pohon yang dominas dikawasan ini adalah kayu kuku (pericopsis mooniana). Eha (castanopsis buruana). kayu besi (metrosideras petiolata), melinjo (gnetum gnemon), putat (Barriangtonia racemosa), holea (cleistanthus sumatranus), kuma (palaquium obovatum), ondolia (canangium odoratum), kalapi (kalappia celebica). pulai (alstonia SP.) kantong semar (nepenthes Sp). yang merupakan salah satuh jenis tumbuhan yang dilindungi, rotan (Calamus sp) dan pandan hutan (pandanus sp) POTENSI FAUNA pada kawasan CA Lamedai ditemukan 7 jenis mamalia, 10 jenis aves, 4 jenis reptilian, 1 jenis amphibi, dan 2 jenis insecta. beberapa jenis fauna yang di CA Lamedai : Anoa dataran rendah (Bubalus Depressicornis), Rusa (Cervus timorensis), Moenyet Hitam Sulawesi (Macaca Ochreat). Kuskus (Phalanger Cebensis) Babi Hutan (Sus celebensis). bajing (Callasciurus Sp), ayam hutan (Gallus Gallus), rangkong (aceros cassidix, raja udang (halcyon coromanda, merpati hutan (ducula aenea), dan Betet tanignathus megalorychos). AKSESBILITAS kewasan CA lamedai relati lebih mudah dicapai karena telaktnya dipinggir jalan raya kolaka - watubangga atau toar. dari iobu kota provinsi (kendari) mernuju kolaka ±180km jm dengan waktu tempu 4 jamm kola-lamedai 27 km dengan waktu tempuh 45 menit. kondisi jalan beraspal . waktu kunjungan terbaik adalah bulan juli agustus yaitu pada musim kemarau. kegiatan yang diizinkan berupa penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan, pendidikan, kegiatan lain yang menunjang. PERMASALAHAN permasalahan yang menonjol dalam kawasan konservasi ini antara lain ; perambhan hutan, kayu dan kayu bakar. di khawatirkan apabila kegiatan pemungutan hasil hutan secara illegal tersebut tidak ditanggulangi akan menyebabkan kerusakan habitat kayu kuku dan ekositemnya. selain itu, sering terjadinya kebakaran hutan dalam kawasan yang berasal dari kebun penduduk di sekitar kawasan CA Lamedai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar